Showing posts with label thought. Show all posts
Showing posts with label thought. Show all posts

Realitas dan Bahagianya

Banyak yang bilang bahwa idealisme akan luntur begitu manusia menginjakkan kakinya pada realitas.
Masa studi berakhir, Pergi sudah proposal berlandaskan teori ala makalah bab 2 anak sekolahan.
Selamat datang dunia mencari duit. Inilah realitas. Inilah dunia sebenarnya. 
Lupakan passion.
Lupakan hal-hal berlabel 'sejati'  atau 'sesungguhnya' semacam:
Kebahagiaan sejati, 
persahabatan sejati, 
integritas 'sesungguhnya', 
baik dan benar 'sesungguhnya', 
cinta 'sejati.'
Realitas (baca: duit, power, pride) berbicara. 
Kerennya, Reality speaks louder than ideality 

Jika duit yang menjadi dasar realitas manusia, maka 'milik' saya mungkin bukanlah sekarang. 
Bisa jadi masih nunggak 1,5 tahun lagi.
Jika duit yang menjadi ujung pangkal perjalanan ini, saya tentu akan merasa sangat ketinggalan kereta.
Jika demikian, Lalu apa artinya perjalanan yang saya pilih saat ini?
Jika duit yang menjadi tujuan akhir segalanya, apa iya itu cukup?
Jika perjalanan saya saat ini hanyalah perhentian atau kendaraan sesaat demi mencapai duit yang lebih dari yang lain, apa iya itu cukup?


Cukup untuk memuaskan saya?
Cukup untuk membahagiakan saya?
Cukup untuk menjadi sebuah tujuan akhir dari semua perjalanan ini?


Tujuan akhir. Dari situlah segala sesuatunya tentang perjalanan ini seharusnya dimulai.
Saya bernafas. 
Saya hidup. 
Saya berjalan. 
Saya berpikir.
Saya manusia.
Saya ingin bahagia.
Saya rasa semua yang hidup menginginkan kebahagiaannya masing-masing.
Demikian pula dengan saya.


Arti bahagia bagi saya mungkin tidak sama dengan kamu.
Jalan menuju kebahagiaan bagi saya mungkin tidak sama dengan kamu.
Eh, tapi saya yakin satu hal.
Bahagia saya nggak bakal bikin susah kamu.
Karena saya nggak akan bahagia di atas penderitaan orang lain.

Ya itu saya sih.
Mungkin juga tidak sama dengan kamu.


Bisa beda-beda.
Mungkin itu ya namanya realitas.
penuh Pluralitas.
Paling tidak inilah saya,
secuil bagian dari pluralitas sebuah realitas
Valencia Leonata, 22 tahun,
beserta arti serta jalan kebahagiannya.

# Januari 2011.

The good you do today, will often be forgotten. Do good anyway.

Juno: Not Just That Stereotypical Pregnant Teenage Girl

'Juno' bukan sekedar film remaja style MTV yang kebetulan mengangkat tema 'hamil di luar nikah' akibat pergaulan bebas ala anak muda Amerika. Betul, film ini memang remaja sekali kemasannya. Unsur grafis opening titlenya, soundtrack yang kental dengan lagu remaja indie, dialog dengan guyonan 'jayus' ala anak SMA, dan tentu saja duet Si Tomboy Ellen Page dan Si Culun Bleek (Michael Cera) yang image 'teenage' nya cukup kuat pada masa itu. Di luar hal-hal serba 'so high school' tersebut, film ini dapat memberikan gambaran yang baru tentang bagaimana seorang gadis remaja menghadapi konsekuensi hasil perbuatannya, secara Cool.

Ada perbuatan, ada konsekuensi, ada tanggung jawab. Meski awalnya shock ketika mengetahui dia hamil akibat hubungan 'atas inisiatifnya' dengan seorang kawan baiknya, Juno akhirnya memutuskan untuk tetap melahirkan bayi dalam kandungannya dan memberikan bayinya kepada orangtua asuh yang memang menginginkan anak. Keputusan aneh dan bodoh bagi teman-teman seusia di sekitarnya. Berperut besar selama sekolah? Ketahuan sudah nggak virgin dengan cowo yang nggak keren sama sekali? Hey, jasa aborsi udah banyak dan gampang didapatkan?

Well, that's Juno. Dia mengurus sendiri semuanya dan melewati begitu banyak hal yang akhirnya membuat dia semakin dewasa. Mencari orangtua asuh yang layak, menerima tatapan sinis dari sana sini, dan akhirnya, sebagaimanapun cueknya dia, pengalaman mengandung selama 9 bulan dan melahirkan seorang bayi juga membuatnya menjadi seorang ibu yang menginginkan hal terbaik untuk anaknya. Seperti, marah ketika mengetahui Mark (suami Vanessa) berniat meninggalkan Vanessa yang artinya bayi Juno tidak akan dibesarkan dalam keluarga normal, dan merasa begitu kehilangan ketika menyerahkan anaknya yang telah lahir kepada Vanessa (Jennifer Garner).

Bagi saya sendiri film ini juga kental dengan unsur feminisme, yang sedikit banyak mendobrak pandangan stereotipe masyarakat mengenai kotak-kotak gender. Tokoh Juno yang berkarakter tomboy dan mandiri dikisahkan yang berani mengambil inisiatif dalam berbagai hal yang 'biasanya' dalam masyarakat dilakukan oleh pria. Seperti, pihak yang mengajak berhubungan seks lebih dahulu, menangani setiap kejutan (kehamilan) seorang diri, mengendarai mobil selagi hamil besar ke sana kemari seorang diri, mengajak rekonsiliasi dengan Michael Cera sekaligus memberikan pernyataan suka terlebih dahulu. Saya rasa hal ini dapat memberikan pandangan baru bagi para wanita, bahwa, wanita bukanlah pihak yang selalu menjadi korban atau sekedar menunggu.

Saya suka film ini. Bukan berarti saya setuju dengan kehamilan di luar nikah. Tapi saya suka sekali dengan kemandirian Juno dan tanggung jawabnya dalam menghadapi apa pun. Termasuk keberaniannya untuk mengikuti kata hatinya sekalipun terkadang hal itu bertentangan dengan pandangan masyarakat pada umumnya. Selain hal-hal tentang pendewasaan anak remaja, banyak nilai-nilai lain yang juga diselipkan dalam film ini.
 
Bagaimana respon open minded dan kepercayaan orangtua Juno (ayah kandung dan ibu tiri), ketidakdewasaan suami Vanessa yang belum siap menjadi ayah dan malah tertarik dengan jiwa muda nan bebas Juno yang hilang dari dirinya setelah menikah, betapa beruntungnya wanita yang bisa menjadi ibu secara normal (banyak wanita lain seperti Vanessa yang begitu mendambakan bisa menjadi ibu yang melahirkan anaknya secara langsung tapi tidak bisa), hingga, bagaimana pentingnya menemukan kebahagiaan dengan menjadi diri sendiri.

Film ini ditutup dengan adegan sangat easy going, pasangan Bleek dan Juno bernyanyi dan bermain gitar bersama, duduk di pinggiran jalan. Sepasang anak muda yang saling mengisi dan berani menjadi diri mereka sendiri.


Fav. Quote from Juno~


Mark: I'm leaving Vanessa
Juno: What?
Mark: I don't know if i'm ready to be a father
Juno: But you're old!

Mark: Vanessa and I aren't in love anymore
Juno: You were in love when you married her. And if you're in love once, you can be in love again.
Mark: You're so young.
Juno: I'm not young. I'm sixteen. I'm old enough to know when someone's acting like a total a-hole.


Juno to Bleek: Also, I think I'm in love with you. 
Because you're like
the coolest person I've ever met. 
And you don't even have to try. 
You're not like everyone else.






The good you do today, will often be forgotten. Do good anyway.